Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Seberapa Penting Sikap Berpikir Kritis?

Lawan dari berpikir kritis adalah berpikir praktis. Berpikir praktis adalah dimana kita praktis menyimpulkan dan menerima informasi, praktis menyimpulkan persoalan yang kita alami, praktis menyimpulkan argumen, tanpa mengujinya kembali. Tanpa mengujinya, mungkin kita tidak benar-benar memahami persoalan apa yang sebenarnya kita hadapi. Bisa jadi kita salah berpersepsi terhadap kebenaran yang kita simpulkan dengan sikap berpikir praktis. Pada akhirnya kita tidak begitu memahami manfaat atau dampak dari sebuah informasi untuk kita memilah mana yang lebih layak dipercaya. Bisa jadi kita membenarkan sesuatu yang dapaknya tidak sesuai dengan diri kita. Sedangkan berpikir kritis adalah sikap dimana kita berani dan mau menggunakan nalar kita untuk menimbang atau menguji kembali argumen yang kita dapat. Sadar bahwa ada pemikiran-pemikiran/kebenaran-kebenaran yang lebih berkembang diluar sana. sehingga kita lebih bisa menimbang manfaat dan kekurangan sebuah argumen/informasi, sehingga kita dapa...

Inflasi Ide Baru Membuat Semakin Mahalnya Perhatian Masyarakat

Digital memudahkan kita untuk dapat muncul di meda digital dan dilihat lebih banyak penggunanya. Ide/gagasan comersil apapun yang kita buat, tawaran teknologi digital, bisnis, komunitas, lembaga, event, bisa kita buat lalu kita posting dan memperkenalkan kapanpun di sosial media, bahkan sangat mudah dan murah untuk beriklan agar mendapatkan lebih banyak lagi jangkauan. Meskipun mungkin kita tidak pernah menyadari apakah ide/gagasan yang kita tawarkan benar-benar berguna untuk orang? Dan kita tidak sadar, ternyata banyak juga orang lain diluar sanaa yang sama seperti kita menawarkan ide/gagasan. Pada akhirnya terlalu banyak ide/gagasan baru yang muncul dan memenuhi beranda penguna lain, terlalu banyak tawaran-tawaran ide/gagasan baru yang meresahkan pengguna lain. Terlalu banyak hal-hal yang berulang, sehingga pada akhirnya mereka jenuh dengan suguhan yang meresahkan dan berulang. Tanpa sadar, mereka mulai selektif mengunakan perhatian kita untuk setiap hal-hal yang baru bermunculan. Me...

Menciptakan Produk yang Sesuai Dengan Identitas Brand? (Case Aqua Splash of Fruit)

 Masih ingat kan Aqua Splash of Fruit? Air mineral yang mempunyai rasa. Produk yang sangat unik dan rasanya lumayan enak. Tapi sayangnya produk itu sudah tidak dijual lagi. Banyak sumber yang mengklaim bahwa Aqua mengeluarkan "produk gagal". Lalu kenapa bisa gagal? Secara Aqua adalah brand yang sangat besar, semua orang pasti tau Aqua. Aqua juga memiliki distribusi produk yang sangat kuat, sangat mudah bagi Aqua untuk mendistribusikan produknya, bahkan di warung-warung kecil. Komunikasi iklan dimana-mana, TVC, billboard, spanduk tiap warung-warung kecil semua bisa Aqua lakukan. Aqua memiliki semua kekuatan untuk mendapatkan konsumen masyarakat kelas manapun. Lalu kenapa produk Aqua Splash of Fruit bisa gagal? Apakah rasanya kurang ok? Apakah kurang menaruh added value pada produknya? Ok, sebelum membahas kenapa bisa gagal, coba kita ingat kembali tentang identitas brand Aqua. Kalo kalian mengingat Aqua, apa yang ada pada bayangan teman-teman? Siapa itu Aqua? Iya, Aqua adalah ...

Gerimis Pagi di Jalan Rue Balzac

Aku menerima pagi gerimis hari ini. Pemberian kota Paris di hari ke-6 untuk aku yang menetap dan sedang kasmaran. Pagi ini jalanan sepi dan berembun. Terlihat beberapa orang berjalan memakai payung dan jaket tebal. Suasana sangat berbeda dan magis, hingga aku terhanyut dalam damai yang luar biasa. Pagi itu aku bisa berjalan kemana saja yang aku mau. Menikmati sudut-sudut jalan Rue Balzac. Tidak ada pekerjaan dan deadline, hanya janji bertemu denganmu 30 menit lagi. Selitas terpikir espresso dan roti coklat di George cafe nikmat sekali. Baiklah aku kesana, lagi pula memang kita berjanji bertemu disana. Entah dari mana terdengar sayu-sayu suara musik accordion romantic French dari kejauhan, dibawa oleh hembusan angin dingin & sejuk. Bunga-bunga terlihat menari-nari diteteskan gerimis. Semua orang yang lewat tersenyum. Bayangan dan wangimu sekelibat lewat. Mungkin karena rinduku sudah tak terbendung lagi. Aku mengkonsumsi semua perasaan indah pagi ini.

Seberapa Bernilai Kamu Untuk Mendapatkan Dunia?

Masih dalam proses menulis

Jangan Melawan Rasa Malas

 Lagi proses di tulis ehehe

Keajaiban Dari Konsep "Gitu Aja Dulu"

Pada tanggal 2018, saya ingin merealisasikan konsep Rimba Apparel. Sebuah bisnis apparel yang menjual identias "Manusia urban yang cinta binatang dan lingkungan hidup". Baiklah, saya mulai dengan membuat logonya. Saya ingin membuat logo yang sangat beda dan iconic sesuai dengan konsep bisnisnya. Saya butuh waktu 2 minggu hanya memikirkan konsep logonya saja. Setelah dapat ide logo, saya mulai mencoba membuatnya dengan sketsa. Tapi sayangnya saya  merasa hasil logo masih belum sesuai. Baiklah masih banyak waktu untuk mencobanya lagi (prokrastinasi). Karena menunda saya baru memulainya lagi 2 minggu setelahnya. Dan saya masih juga merasa hasil logo ke-2 belum juga sesuai. Karena saya masih menutut kesempurna, akhirnya saya selalu menunda-nunda. Setiap kali buat sesuatu, harus perfect, harus bener-bener sesuai ekpetasi saya. Terlalu over thinking terhadap hasil. Tapi sayangnya kemampuan dan pengalaman saya tidak sebanding dengan ekpetasi saya yang terlalu tinggi. Pada akhirnya b...

Principle Thingking Dalam Menciptakan Sebuah Storytelling Video

Terdengar sebuah obrolan anak-anak kreatif di kedai kopi hits. "Jo gue mau buat video barista bikin kopi nih, pasti seru. Dan kayaknya bagus banget kalo kita buat video grading-nya seperti videonya Ferry Irwandi deh, Eh tapi lensa gue ga bisa sih ngambil dengan depth of field sesempit itu, kayaknya harus beli lensa lagi deh gue". Saya rasa dari pembicaraan itu ga ada yang salah, mereka memikirkan bagaimana menciptakan video yang mewah dan mengikuti trend. Baiklah, saya masih menunggu pembahasan esensi utama tujuan mereka membuat video. Tapi sayangnya, saya terlalu banyak mendengar pembicaraan mereka soal teknis-teknis pembuatan, seperti grading, peralatan yang cangih, pengambilan gambar yang estetik, editing, art, lighting, talent dan sebagainya. Jadi, apa tujuan utama pembuatan video dengan judul "Barista Membuat Kopi"? Kenapa mereka harus membuat video "Barista Membuat Kopi"? Bukankah esensi itu yang seharusnya dibahas terlebih dahulu? Saya jadi teringat...