Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Fenomena Memudarnya Komunitas

Muncul dan hilangnya sebuah komunitas adalah fenomena yang sangat familiar. Pada dasarnya kami (sebagai komunitas kajian pendidikan) sangat menyadari bahwa lembaga-lembaga kajian pendidikan terkuat hingga kini adalah sekolah dan pesantren. Komunitas-komunitas hanya berada di sisinya untuk mendampingi atau bahkan untuk memberontak. Komunitas hanyalah sebagai pembantu dibelakangnya, dan menjadi lembaga alternatif yang variatif. Umur komunitas cend erung pendek, kebanyakan hanya mempunyai satu generasi. Lagi pula sepenuhnya kami tidak mengharapkan regenerasi. Kami hanya mengharapkan apa yg telah kami lakukan berdampak besar pada generasi baru dan dari mereka terinspirasi untuk membuat lagi model yang sama tetapi model yang lebih baik atau bahkan lebih memberontak. Dalam berkomunitas kami hanya berusaha menjalankan kewajiban kami yaitu berkontribusi bagi perubahan. Memang tidak banyak, namun inilah usaha terbaik yang bisa kami lakukan. "Mungkin" saja sebuah komunitas akan m...

Kemungkinan dan Ketidakmungkinan

ketidak mungkinan tidak lagi mengoyah ketakutan Ketika keyakinan semu sementara menjadi jagoan, Namun pada akhirnya aku menemukan sudut kebenaran Di dalam sebuah ruang waktu dan pengetahuan Tertampar, sadar berada dalam dunia fantasi buatan, Hari ini kesadaran itulah yg menjadi pertimbangan Untuk lebih memilih detak jantung yg diutamakan. Dan... Mungkin dalam batu terdapat kikisan berlian Atau mungkin dalam debu terdapat butiran emas Namun sementara, kemungkinan itu tidak terbuktikan dalam ruang yg hanya menawarkan bingkisan kenyamanan. Hari ini, aku hanya bisa menunggu kemungkinan Setelah perjuangan sia-sia untuk memperbesar kemungkinan Pada sekelompok orang-orang hebat yang sementara diculik oleh kebiadaban.

Kamu Yang Terkudeta Pekerjaan

Aku pernah mengajak kamu untuk memilih pergi saja ke sebuah tempat yang eksotis, tempat dimana tidak ada apapun selain keindahan dan ketenangan, tapi kamu bilang kamu sibuk. Kamu terkudeta pekerjaan dan sangat ketergantungan dengan uang. Sebenarnya aku juga pergi dengan segala Kehawatiran. Tapi nyatanya uang tidak diciptakan secara alami untuk menghidupi. Dua tebing di pesisir pantai dan matahari terbenam semakin menjadikan aku yakin untuk memutuskan menghabiskan waktuku disini. @fajar.chaerul

Ragamu Milik Dirimu Sendiri

Oh tidak, matamu berlinang, wajahmu memendung. Aku tak sampai memahami keadaanmu sebelum kamu bilang bahwa kamu sedang mengalami sekarat kebebasan. Kamu membiarkan dirimu dimiliki orang lain. Kamu sepakat dirimu untuk dimiliki orang lain demi mendapatkan sesuatu yang semu, sesuatu yang palsu. Kamu kemarilah, ingatlah ragamu milik jiwamu sepenuhnya, kebebasan juga milik jiwamu dan ragamu sepenuhnya. Jadi, apa yg kamu takuti lagi untuk memilih memiliki dirimu sendiri? Kamu terlalu ragu untuk memiliki dirimu sendiri. Ketakutanmu disebabkan oleh sistem yang telah memanipulasi kebenaranmu tentang kebebasanmu. Sadarlah, nyatanya bumi sudah lama telah memberi media untuk kehidupan yang bebas sebelum industri tercipta. -Fajar Chaerul

Tidur

Malam hari tidak akan lama berlangsung, untuk itu segeralah berdamai dengan diri atas apa yang disesali hari ini. Dan sadarlah rasa khawatir dan rasa ketakutan untuk menghadapi hari esok hanyalah sebatas ilusi. Pasrahlah pada apa yang akan terjadi pada hari esok. Lalu jadikanlah dirimu suci, tanpa dikotori harapan-harapan baik yang kemungkinan akan mengiringimu jatuh pada kekecewaan di hari esok. Maka kedamaian menyertaimu. Saatnya tidur dengan tenang, tanpa penyesalan dan harapan.

Kelumpuhan Kesadaran Kritis Masyarakat

Hari ini masyarakat sudah mempunyai prioritas-priorits lain seperti barang-barang industri keluaran terbaru, hiasan diri agar dipandang, atau harapan-harapan semu lainnya. Terlebih beberapa hal seperti sebagian tontonan yang tidak bernutrisi mengiring masyarakat untuk berpikir instan. Kesadaran untuk kritis mati. Perubahan, inovasi, gagasan sudah bukan lagi hal yg bisa mereka prioritaskan. Uang menjadi Ideologi mereka.

Kehidupan yang sendu

Hidupmu terlalu sendu, dimiliki kejayaan industri dan menjadi boneka favorit politisi. Terlebih kamu phobia inovasi. Aku menjadi grogi ketika gagasan inovasi tidak kau apresiasi. Kesadaran kritis ku kau bungkam.

Sedikit Karya Seni Adalah Seni dan Sebagiannya Adalah Omong Kosong

--------------------- Kebanyakan dari pembuat karya seni adalah--membuat sebuah karya seni dengan ketergantungan pada karya seni lain de ngan metode 0 ] meniru-->referensi. 01 Hasil karya tiru akan segera sangat dibanggakan dan diaggapnya murni hasil pemikiran sendiri--suatu hari dapatlah sebuah masalah lain dalam proses ber+ karya "seni" namun [mereka] tidak dapat memecahkannya karena [mereka] tidak mempunyai referensi lain untuk ditiru [ketergantungan]. 02 Parameter seberapa jauh meniru adalah penilaian diri sendiri. {meniru dengan sangat meniru sering digunakan untuk keperluan pesanan sebuah karya}--[ maka itu ada;ah bukan karya seni, #pada dasarnya adalah karya seni tidak bisa di order 03 lalu [mereka] bangga dalam mengoperasikan sebuah sistem digital (yang membantu dalam proses pembuatan karya--menganggap karya seni adalah proses pembuatanya, bukan proses pemikirannya)-lalu menjualnya dengan perasaan bahagia mendapatkan uang yang tidak s...

Ah Kamu Cinta

Ah kamu, kamu gelisah karena cinta. Terburu buru dengan cinta. Kamu butuh cinta, bukan benar-benar jatuh cinta? Ah Kamu. Kamu berharap kehidupan kamu menjadi lebih baik hanya karena sebuah cinta. Atau mungkin kehidupanmu terlalu miris dan sendu sampai kamu hanya bisa berharap pada cinta lalu berharap cinta dapat mengubah kehidupanmu lebih baik? Atau mungkin juga, kamu mengartikan cinta menjadi sebuah trend? Ah kamu dasar korban populer. Apa tidak ada hal lain yg bisa kamu prioritaskan selain cinta? Ah kamu payah.

Terimakasi atas persahabatan

Kita pernah bersama, merayakan persabatan dengan seduhan kopi panas. Perayaan yang cukup meriah dengan tawa kita yang lancang. Saat itu persahabatan adalah segalanya. Aku cukup tersendu ketika terlintas terpikir akan sebuah perpisahan. Namun perbedaan ambisi akhirnya cukup kuat untuk menjadi alasan kita berpisah. Kebersamaan telah menjadi hal yang abstrak. Pernah suatu waktu kita berjanji, untuk menyempatkan waktu lagi dan merayakan kembali persahabatan. Namun nyatanya perayaan persahabatan tidak pernah dianggap lebih penting dari ambisi kita masing-masing. Keadaan ini terkesan wajar dan memang harus terjadi. Aku memakluminya bersamaan dengan kesenduan. Terimakasih persahabatan.

Dimana Keabadian

Aku kehilangan sesuatu dan tak dapat menemukannya kembali. Aku selalu kehilangan apa yang ingin aku miliki selamanya. Jika itu bukan hancur maka akan hilang. Pernah aku bertanya pada diri, "sebenarnya apa yang bisa benar-benar aku miliki di kehidupan ini?". Jawabanya adalah semua akan hancur atau hilang. Sejenak aku tersadar, dan tiba-tiba aku tidak lagi bangga atas apa yang aku miliki. Hari itu aku bergegas membakar semua yang aku simpan. "Semuanya tidak abadi, hancurlah karena itu lebih baik dari pada hilang". Saat itu aku benar-benar tidak membutuhkan sesuatu yang seharusnya aku miliki, "tidak ada yang abadi". Aku hanya hidup berlangsung begitu saja tanpa menyimpan, memiki dan tanpa berharap memiliki apapun, aku benar-benar kehilangan tujuan.

Sensasi Evolusi

Bukankah kita telah memahami tentang evolusi Dimana evolusi ternyata sebatas sensasi Hari ini pilihan-pilihan permainan persepsi Semuanya akan memasuki dunia fantasi Ini adalah bentuk abstrak perantara kontradiksi Wujud ini adalah repersentasi otak kiri Kebodohan yang diciptakan generasi sebelum kami menjadi kutukan yang terus bereaksi sekarang apalah kita tanpa fantasi menjadi bahagia atas ekpetasi fiksi realitas terbagi mecari sensasi sampai menemukan kenyataan yang imitasi

Kekhawatiran

Selamat tidur diantara kehawtiran pada esok hari Percayalah harapan hanya ilusi Yang akhirnya membawa kerusakan pikiran dan hati Maka sebelum pagi itu terulang kembali Maka pastikan benahi ilusi

Alam Liar

Jadi apa yang mencegah kita dari apa yang sebenarnya kita inginkan? Dimana kita ingin berada. Kenapa kita harus merelakan waktu berharga hanya untuk memenuhi harapan semu yang telah dirancang, Kenapa kita harus takut akan tuntutan-tuntutan untuk menjadi orang yang sama. Dan, pernahkah kau mendengar suara deru air mengalir diantara bebatuan dan mengalami jiwa kemanusaan? Pernahakah kau terbaring di sebuah envirovment alam liar dan mengalami jiwa kesemestaan? Lalu berdiri diantara ranting yang setengah retak dengan jiwa ketuhanan kita masing-masing, Maka ku maknai bahwa itu adalah tentang kebebasan sesungguhnya.

Penculikan

Aku bukan saja kehilangan taman bermain, tapi juga kehilangan iklim bermain. Oh industri yg agung, kalian menciptakan prioritas-prioritas sakti untuk meculik aku dan teman-teman bermain ku.

Kopi Bukan Minuman Instan

Ketika semua orang berlomba untuk melakukan segala sesuatu dengan instan. Namun pada kopi hitam kau tidak akan bisa mencari cara instan untuk menikmatinya. Bukan hanya mengelola biji dan ritual penyeduhannya saja yang rumit demi mempertahankan rasanya, namun cara untuk menikmatinya pun rumit. Kopi hitam begitu pahit, asam, perlu sebuah latihan dan edukasi untuk bisa benar-benar bisa menikmati rasa kopi hitam yang unik, kau tidak akan secara instan bisa menikmatinya dengan rasanya yang begitu pahit. Bukan aku tidak suka manis, lagi pula siapa yang suka pahit? Namun tidak bisa dipungkiri gula benar-benar menghancurkan rasa unik kopi hitam. Karena kopi hitam bukan untuk dinikmati secara instan seperti minuman lain yg manis. Setiap seruput setidaknya kita harus sedikit bermeditasi untuk merasakan keunikan kopi hitam. Sudahlah, sepertinya kita memang tidak akan menemukan cara instan untuk menikmati rasa kopi hitam. Kopi hitam tidak untuk dengan seseorang yang menginginkan segala sesuatu dil...

Katakan Selamat Tinggal

Ruang dan waktu telah menjadi dimensi yg menyatukan dan memisahkan. Namun perpisahan adalah pilihan. Mari kita rayakan perpisanan disini ketika kita memilih untuk pergi, lalu kita katakan saja "selamat tinggal". Pergilah menuju keyakinan yang tak pasti untuk kehidupan yg mungkin lebih baik. Jika suatu saat salah satu dari kita menyesali perpisahan itu, maka hukum saja diri sendiri dengan kesepian, kesendirian dan kerinduan, hingga menyadari bahwa bersamalah impian kita yang sebenarnya. "Selamat tinggal".