Terimakasi atas persahabatan

Kita pernah bersama, merayakan persabatan dengan seduhan kopi panas. Perayaan yang cukup meriah dengan tawa kita yang lancang. Saat itu persahabatan adalah segalanya. Aku cukup tersendu ketika terlintas terpikir akan sebuah perpisahan. Namun perbedaan ambisi akhirnya cukup kuat untuk menjadi alasan kita berpisah.
Kebersamaan telah menjadi hal yang abstrak. Pernah suatu waktu kita berjanji, untuk menyempatkan waktu lagi dan merayakan kembali persahabatan. Namun nyatanya perayaan persahabatan tidak pernah dianggap lebih penting dari ambisi kita masing-masing. Keadaan ini terkesan wajar dan memang harus terjadi. Aku memakluminya bersamaan dengan kesenduan. Terimakasih persahabatan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fenomena Memudarnya Komunitas

Seberapa Penting Visual Dalam Membantu Menambah Nilai Pada Brand Anda

Kekuatan Metafora Visual Untuk Membangun Persepsi Audience.