Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2021

Jangan Melawan Rasa Malas

 Lagi proses di tulis ehehe

Keajaiban Dari Konsep "Gitu Aja Dulu"

Pada tanggal 2018, saya ingin merealisasikan konsep Rimba Apparel. Sebuah bisnis apparel yang menjual identias "Manusia urban yang cinta binatang dan lingkungan hidup". Baiklah, saya mulai dengan membuat logonya. Saya ingin membuat logo yang sangat beda dan iconic sesuai dengan konsep bisnisnya. Saya butuh waktu 2 minggu hanya memikirkan konsep logonya saja. Setelah dapat ide logo, saya mulai mencoba membuatnya dengan sketsa. Tapi sayangnya saya  merasa hasil logo masih belum sesuai. Baiklah masih banyak waktu untuk mencobanya lagi (prokrastinasi). Karena menunda saya baru memulainya lagi 2 minggu setelahnya. Dan saya masih juga merasa hasil logo ke-2 belum juga sesuai. Karena saya masih menutut kesempurna, akhirnya saya selalu menunda-nunda. Setiap kali buat sesuatu, harus perfect, harus bener-bener sesuai ekpetasi saya. Terlalu over thinking terhadap hasil. Tapi sayangnya kemampuan dan pengalaman saya tidak sebanding dengan ekpetasi saya yang terlalu tinggi. Pada akhirnya b...

Principle Thingking Dalam Menciptakan Sebuah Storytelling Video

Terdengar sebuah obrolan anak-anak kreatif di kedai kopi hits. "Jo gue mau buat video barista bikin kopi nih, pasti seru. Dan kayaknya bagus banget kalo kita buat video grading-nya seperti videonya Ferry Irwandi deh, Eh tapi lensa gue ga bisa sih ngambil dengan depth of field sesempit itu, kayaknya harus beli lensa lagi deh gue". Saya rasa dari pembicaraan itu ga ada yang salah, mereka memikirkan bagaimana menciptakan video yang mewah dan mengikuti trend. Baiklah, saya masih menunggu pembahasan esensi utama tujuan mereka membuat video. Tapi sayangnya, saya terlalu banyak mendengar pembicaraan mereka soal teknis-teknis pembuatan, seperti grading, peralatan yang cangih, pengambilan gambar yang estetik, editing, art, lighting, talent dan sebagainya. Jadi, apa tujuan utama pembuatan video dengan judul "Barista Membuat Kopi"? Kenapa mereka harus membuat video "Barista Membuat Kopi"? Bukankah esensi itu yang seharusnya dibahas terlebih dahulu? Saya jadi teringat...