Keajaiban Dari Konsep "Gitu Aja Dulu"
Pada tanggal 2018, saya ingin merealisasikan konsep Rimba Apparel. Sebuah bisnis apparel yang menjual identias "Manusia urban yang cinta binatang dan lingkungan hidup". Baiklah, saya mulai dengan membuat logonya. Saya ingin membuat logo yang sangat beda dan iconic sesuai dengan konsep bisnisnya. Saya butuh waktu 2 minggu hanya memikirkan konsep logonya saja. Setelah dapat ide logo, saya mulai mencoba membuatnya dengan sketsa. Tapi sayangnya saya merasa hasil logo masih belum sesuai. Baiklah masih banyak waktu untuk mencobanya lagi (prokrastinasi). Karena menunda saya baru memulainya lagi 2 minggu setelahnya. Dan saya masih juga merasa hasil logo ke-2 belum juga sesuai. Karena saya masih menutut kesempurna, akhirnya saya selalu menunda-nunda.
Setiap kali buat sesuatu, harus perfect, harus bener-bener sesuai ekpetasi saya. Terlalu over thinking terhadap hasil. Tapi sayangnya kemampuan dan pengalaman saya tidak sebanding dengan ekpetasi saya yang terlalu tinggi. Pada akhirnya bisnis rimba apparel tidak pernah terlealisasi hingga detik saya menulis tulisan ini.
Saya hampir frustasi karena selalu gagal dalam merealisasikan apa yang saya mau. Banyak ide lain yang belum terlealisasi karena saya masih banyak memikirkan ketakutan. Dan saya mencoba untuk melupakan ketakutan-ketakutan saya dalam proses membuat sesuatu. Sampai pada akhirnya saya berhasil membuat bisnis yang malah sama sekali tidak saya rencanakan, bisnis yang benar-benar sepontan, tanpa rasa takut menjadi buruk, tanpa menuntut sempurna.
Singkat cerita, Sepupuh saya (Cece) banyak menjual produk makanan orang lain, namun saya menyarankan untuk mulai menjual produk sendiri. Cece meminta saran jual produk apa. Kebetulan saya sedang suka salad buah, akhirnya saya menyarankan jual salad buah aja dulu, kalo ga laku tinggal ganti produk kalo ada ide lain. Sesimpel itu memutuskan produk, tanpa banyak pertimbangan. Cece setuju, dan mulai ingin menjualnya sore ini. Namun Cece butuh nama toko dan logonya. Tanpa pikir panjang saya menyarankan namanya "Warung Cece" aja dulu, kalo nanti ada nama lain tinggal ganti tengah jalan. Saya juga coba buatkan logonya, hanya menggunakan font dan icon dari google. Buat yang simpel aja dulu, kalo jelek tetep gitu aja dulu, tinggal ganti kalo nanti ada yang baru hehe. Tara, dengan gitu aja dulu, akhirnya logo dibuat dalam waktu 10 menit.
Akhirnya tanpa direncanakan Bisnis Warung Cece Tercipta hanya dalam 1 hari. Dan langsung ada yang pesan. Begitu ajaibnya konsep "Gitu Aja Dulu". Saya mendapat pelajaran yang sangat berharga dari situ. Bahwa memulai itu lebih prioritas dari apapun. Bukan berarti hal lain ga penting,saya juga memahami banyak kekurangan dari apa yang saya buat. Tapi untuk apa juga hal penting jika tidak pernah terealisasikan bukan? Dari sana saya mulai menggunakan konsep "Gitu Aja Dulu" dalam setiap apa yang ingin saya ciptakan. Saya menerapkan sepenuhnya untuk Warung Cece. Hingga Warung Cece berkembang menjual minuman dan burger hingga saya menulis tulisan ini.
Berekpetasilah setinggi mungkin, cobalah untuk merealisasikannya, jika hasil masih belum mampu sesuai, ya.... "Gitu Aja Dulu".
- Fajar.Chaerul
Komentar
Posting Komentar