kekecewaan
Aku pernah berjanji padamu, tapi aku tidak menepatinya. Kemudian pada kesempatan yg kedua kamu meminta aku untuk berjanji lagi, tapi sayangnya aku tidak menepatinya lagi. Tapi, jika kamu meberikan kesempatan yg ke 3 untuk aku menepati janji, maka aku akan melakukan hal yg sama, mengingkarinya. Maka sepenuhnya kekecewaan milik dirimu sendiri. Lalu kamu membenciku untuk tidak berharap lagi. Lalu aku kehilangan dirimu. Kenapa kamu meminta ku untuk berjanji, jika kamu tidak sanggup menerima kekecewaan? Kenapa sebuah janji mudah buat, jika kekecewaan sangat sulit untuk diterima?