Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Dimana Keabadian

Aku kehilangan sesuatu dan tak dapat menemukannya kembali. Aku selalu kehilangan apa yang ingin aku miliki selamanya. Jika itu bukan hancur maka akan hilang. Pernah aku bertanya pada diri, "sebenarnya apa yang bisa benar-benar aku miliki di kehidupan ini?". Jawabanya adalah semua akan hancur atau hilang. Sejenak aku tersadar, dan tiba-tiba aku tidak lagi bangga atas apa yang aku miliki. Hari itu aku bergegas membakar semua yang aku simpan. "Semuanya tidak abadi, hancurlah karena itu lebih baik dari pada hilang". Saat itu aku benar-benar tidak membutuhkan sesuatu yang seharusnya aku miliki, "tidak ada yang abadi". Aku hanya hidup berlangsung begitu saja tanpa menyimpan, memiki dan tanpa berharap memiliki apapun, aku benar-benar kehilangan tujuan.

Sensasi Evolusi

Bukankah kita telah memahami tentang evolusi Dimana evolusi ternyata sebatas sensasi Hari ini pilihan-pilihan permainan persepsi Semuanya akan memasuki dunia fantasi Ini adalah bentuk abstrak perantara kontradiksi Wujud ini adalah repersentasi otak kiri Kebodohan yang diciptakan generasi sebelum kami menjadi kutukan yang terus bereaksi sekarang apalah kita tanpa fantasi menjadi bahagia atas ekpetasi fiksi realitas terbagi mecari sensasi sampai menemukan kenyataan yang imitasi

Kekhawatiran

Selamat tidur diantara kehawtiran pada esok hari Percayalah harapan hanya ilusi Yang akhirnya membawa kerusakan pikiran dan hati Maka sebelum pagi itu terulang kembali Maka pastikan benahi ilusi

Alam Liar

Jadi apa yang mencegah kita dari apa yang sebenarnya kita inginkan? Dimana kita ingin berada. Kenapa kita harus merelakan waktu berharga hanya untuk memenuhi harapan semu yang telah dirancang, Kenapa kita harus takut akan tuntutan-tuntutan untuk menjadi orang yang sama. Dan, pernahkah kau mendengar suara deru air mengalir diantara bebatuan dan mengalami jiwa kemanusaan? Pernahakah kau terbaring di sebuah envirovment alam liar dan mengalami jiwa kesemestaan? Lalu berdiri diantara ranting yang setengah retak dengan jiwa ketuhanan kita masing-masing, Maka ku maknai bahwa itu adalah tentang kebebasan sesungguhnya.

Penculikan

Aku bukan saja kehilangan taman bermain, tapi juga kehilangan iklim bermain. Oh industri yg agung, kalian menciptakan prioritas-prioritas sakti untuk meculik aku dan teman-teman bermain ku.

Kopi Bukan Minuman Instan

Ketika semua orang berlomba untuk melakukan segala sesuatu dengan instan. Namun pada kopi hitam kau tidak akan bisa mencari cara instan untuk menikmatinya. Bukan hanya mengelola biji dan ritual penyeduhannya saja yang rumit demi mempertahankan rasanya, namun cara untuk menikmatinya pun rumit. Kopi hitam begitu pahit, asam, perlu sebuah latihan dan edukasi untuk bisa benar-benar bisa menikmati rasa kopi hitam yang unik, kau tidak akan secara instan bisa menikmatinya dengan rasanya yang begitu pahit. Bukan aku tidak suka manis, lagi pula siapa yang suka pahit? Namun tidak bisa dipungkiri gula benar-benar menghancurkan rasa unik kopi hitam. Karena kopi hitam bukan untuk dinikmati secara instan seperti minuman lain yg manis. Setiap seruput setidaknya kita harus sedikit bermeditasi untuk merasakan keunikan kopi hitam. Sudahlah, sepertinya kita memang tidak akan menemukan cara instan untuk menikmati rasa kopi hitam. Kopi hitam tidak untuk dengan seseorang yang menginginkan segala sesuatu dil...

Katakan Selamat Tinggal

Ruang dan waktu telah menjadi dimensi yg menyatukan dan memisahkan. Namun perpisahan adalah pilihan. Mari kita rayakan perpisanan disini ketika kita memilih untuk pergi, lalu kita katakan saja "selamat tinggal". Pergilah menuju keyakinan yang tak pasti untuk kehidupan yg mungkin lebih baik. Jika suatu saat salah satu dari kita menyesali perpisahan itu, maka hukum saja diri sendiri dengan kesepian, kesendirian dan kerinduan, hingga menyadari bahwa bersamalah impian kita yang sebenarnya. "Selamat tinggal".