Menciptakan Produk yang Sesuai Dengan Identitas Brand? (Case Aqua Splash of Fruit)
Masih ingat kan Aqua Splash of Fruit?
Air mineral yang mempunyai rasa. Produk yang sangat unik dan rasanya lumayan enak. Tapi sayangnya produk itu sudah tidak dijual lagi. Banyak sumber yang mengklaim bahwa Aqua mengeluarkan "produk gagal". Lalu kenapa bisa gagal? Secara Aqua adalah brand yang sangat besar, semua orang pasti tau Aqua. Aqua juga memiliki distribusi produk yang sangat kuat, sangat mudah bagi Aqua untuk mendistribusikan produknya, bahkan di warung-warung kecil. Komunikasi iklan dimana-mana, TVC, billboard, spanduk tiap warung-warung kecil semua bisa Aqua lakukan. Aqua memiliki semua kekuatan untuk mendapatkan konsumen masyarakat kelas manapun. Lalu kenapa produk Aqua Splash of Fruit bisa gagal? Apakah rasanya kurang ok? Apakah kurang menaruh added value pada produknya?
Ok, sebelum membahas kenapa bisa gagal, coba kita ingat kembali tentang identitas brand Aqua. Kalo kalian mengingat Aqua, apa yang ada pada bayangan teman-teman? Siapa itu Aqua? Iya, Aqua adalah Sebuah perusahaan yang menyediakan air mineral paling murni dari mata air pegunungan. Hal ini menjadi identitas kuat brand Aqua. Identitas yang sangat menerap pada benak semua orang yang mengenal brand Aqua. Identitas ini sekaligus daya jual Aqua, yang menjadi alasan mengapa kita membeli produk Aqua. Lalu tiba-tiba Aqua mengelurkan produk Aqua Splash of Fruity. Dimana produk itu keluar dari identitas kuat brand Aqua yang selama ini menjual air mineral murni dan bersih. Pada akhirnya konsumen mengalami persepsi yang bias terhadap identitas brand Aqua, terlebih pada produk Aqua Splash of Fruit. Konsumen kehilangan alasan untuk membeli produk Aqua Splash of Fruity.
Itulah asumsi saya mengapa Aqua Splash of Fruit menjadi tidak laku di pasaran. Karena produknya keluar dari identitas Aqua itu sendiri. Iya, sedemikian pentingnya identitas Brand untuk menjadi alasan konsumen memilih produk. Atau sedemikan pentingnya kita menciptakan produk yang sesuai dengan identitas brand yang kita buat.
Boleh setuju boleh tidak.
Sekian dan terima kasih.
Komentar
Posting Komentar