Inflasi Ide Baru Membuat Semakin Mahalnya Perhatian Masyarakat
Digital memudahkan kita untuk dapat muncul di meda digital dan dilihat lebih banyak penggunanya. Ide/gagasan comersil apapun yang kita buat, tawaran teknologi digital, bisnis, komunitas, lembaga, event, bisa kita buat lalu kita posting dan memperkenalkan kapanpun di sosial media, bahkan sangat mudah dan murah untuk beriklan agar mendapatkan lebih banyak lagi jangkauan. Meskipun mungkin kita tidak pernah menyadari apakah ide/gagasan yang kita tawarkan benar-benar berguna untuk orang? Dan kita tidak sadar, ternyata banyak juga orang lain diluar sanaa yang sama seperti kita menawarkan ide/gagasan.
Pada akhirnya terlalu banyak ide/gagasan baru yang muncul dan memenuhi beranda penguna lain, terlalu banyak tawaran-tawaran ide/gagasan baru yang meresahkan pengguna lain. Terlalu banyak hal-hal yang berulang, sehingga pada akhirnya mereka jenuh dengan suguhan yang meresahkan dan berulang. Tanpa sadar, mereka mulai selektif mengunakan perhatian kita untuk setiap hal-hal yang baru bermunculan. Mereka lelah dan kecewa telah menukar perhatian kita hanya untuk memperhatikan ide/gagasan yang ternyata tidak berguna untuk kita. Mereka sudah hati-hati mengambil resiko untuk hal-hal baru.
Pada kondisi ini, menciptakan inflasi ide baru, sehingga perhatian dari audience semakin mahal. Kondisi ini membentuk audience yang lebih kritis. Audience yang lebih selektif. Audience yang pandai mengkurasi ide-ide yang memang berguna untuk mereka. Kita sebagai creator, penggagas ide, dituntut berpikir lebih besar dan efektif. Audience sudah menjadi penilai yang valid untuk nilai/kesuksesan ide kita.
Untuk kita, sebagai pengegas ide, kita tidak bisa menyalahkan audience jika mereka tidak tertarik dengan ide kita. Mereka adalah penilai yang solid, transparan, jujur dan apa adanya. Disitulah, kita harus mulai belajar lagi, mulai membuka pikiran lagi, jika apa yang kita tawarkan, hasilnya tidak begitu sesuai harapan. Kita harus mulai menyadari ide kita tidak begitu relevan dan kita berusaha untuk membuat ide yang lebih relevan dengan target kita. (Kecuali tujuannya bukan untuk menggarap komersil yah).
Berikut muatan asumsi saya, jika ada yang tidak sesuai mohon dimaklumi.
Sekian dan terima kasih.
Komentar
Posting Komentar