Apakah Barang Branded Cukup Membuatmu Bangga dan Merasa Dihormati Oleh Orang Lain?
Tidak ada yang salah dengan memberi barang branded mewah yang mahal.
Tapi ada hal yang harus kamu tahu!
Mulai dari pertanyaan, “Kenapa kita bisa bangga membeli barang branded?” atau “kenapa orang cenderung menghargai kita yang menggunakan barang branded?”
Ya sebenernya simple, semua itu karena sebuah permainan “persepsi”
pada dasarnya Kita butuh dianggap mewah dan dihargai. Ketika kita membeli barang branded, kita mendapatkan persepsi eklusif, mewah, elegant sehingga kita lebih dihargai.
Tapi darimana persepsi itu muncul? Siapa yang menyepakatinya?
Persepsi itu tidak muncul secara alami, ia dirancang oleh brand-brand itu sendiri. Melalui gimik pemasarannya. Melalui kampanye-kampanyenya. Sehingga kita terpengaruh dan menyetujui persepsi tersebut. Rela membayar mahal untuk sebuah persepsi yang dirancang?
siapa orang-orang yang terpengaruh?
ya tentu… kompleks, bisa jadi salah satunya orang yang krisis identitas, lalu ia berada dikelompok orang-orang yang terpengaruh juga oleh gimik pemasaran tentang kemewahan brand. Dimana orang krisis identitas ini malah dikucilkan dikelompoknya ketika ia tidak menggunakan barang-barang branded.
Jadi mungkin kita harus mulai dengan coba mencari lingkungan rasional, yang tidak mengucilkan kita ketika kita ga pake barang branded. Dan tidak menghagai orang hanya karena barangnya mewah. Lingkungan yang rasional, yang hanya memilah sesuatu pada esensi utama saja. Sadar Terhadap Gimmick Pemasaran: Mereka menyadari bahwa banyak merek mewah menggunakan teknik pemasaran untuk menciptakan citra eksklusif dan meningkatkan harga produk mereka tanpa alasan.
Komentar
Posting Komentar