Fokus Pada Satu Posisi Identitas Untuk Menjadi Brand Yang Selalu Diingat
Saya pernah mendatangi sebuah brand x minuman dengan berbagai menu minuman. Brand x minuman ini mempunyai banyak menu, terdapat alpukat kocok, kopi susu gula aren, boba brown sugar dan menu yang sedang trend lainnya. Di depan booth banyak poster-poster minuman kekinian, hingga saya merasa tergangu dan sulit memahami apa keunggulan minuman pada brand x ini. Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba kopi susu gula aren. Dan ternyata kopi susu gula arennya enak. Satu bulan berlalu, tiba-tiba teman ajak beli kopi susu gula aren. Namun yang pertama kali muncul pada benak saya adalah Kopi Kenangan. Saya menyarankan teman untuk membeli Kopi Kenangan. Setelah beberapa hari saya baru ingat ternyata brand X minuman dekat rumah saya juga jual kopi susu aren yang enak, saya lupa akan hal tersebut. Saya lebih mudah mengingat kopi kenangan ketika saya membutuhkan kopi.
Kenapa Kopi Kenangan lebih dulu diingat ketika saya butuh kopi?
Ini adalah kekuatan brand yang fokus pada satu identitas supplaynya. Bukan hanya brand Kopi Kenangan saja. Banyak brand lain seperti contohnya, ketika kita butuh burger, kita langsung ingat Burger King padahal KFC juga sedia burger, ketika kita butuh ayam goreng kentucky kita langsung ingat KFC, padahal di Burger King juga sedia ayam goreng kentucky.
Ketika sebuah brand Kopi Kenangan fokus pada satu jenis penyedia yaitu kopi, brand tersebut akan lebih mudah dipahami oleh konsumen. Konsumen tidak perlu sulit untuk memahami apa itu Kopi Kenangan. Dengan begitu, Kopi Kenangan akan mudah menempel di benak konsumen. Konsumen akan ingat ketika ia membutuhkannya. Beda halnya dengan brand x dekat rumah saya, Brand tersebut terlalu banyak menawarkan jenis-jenis produknya, menjadikannya bias, saya kesulitan untuk memahami brand x itu lebih ke produk apa? Selain itu, brand x tidak dipahami sebagai brand yang propesional di 1 bidang produk. Akhirnya, kita bias untuk memahami brand x, dan brand x tidak kita ingat.
Boleh setuju boleh tidak. Terima kasih.
@fajar.chaerul
@fajar.chaerul
Komentar
Posting Komentar